Kompleks LPMP Kepulauan Riau, Jalan Tata Bumi Km. 20, Ceruk Ijuk, Bintan, Kepulauan Riau
Posel kantorbahasakepri@kemdikbud.go.id
.jpg)
Kantor Bahasa Kepulauan Riau pelaksanaan kegiata Seminar Bahas Ib Tahu 2019 dalam rangk memperingati Har Bahasa Ibu Internasional yang jatuh pada tanggal 21 Februari. Kegiatan ini diselenggaraka oleh Kanto Bahasa Kepulauan Riau pada tangga 28 Februari 2019 bertempat di Hotel CK, Jalan Raja Haji Fisabilillah. Kegiatan ini melibatkan 250 peserta yang berbagai lapisan masyarakat seperti mahasiswa, guru, dosen, peneliti, wartawan, pegawai instansi pemerintah dan swasta. pemerhati, dan penggiat bahasa. Berdasarkan data dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa tahun 2018, dari 652 bahasa daerah yang telah dicatat dan diidentifikasi, baru 71 bahasa daerah yang dipetakan vitalitas atau daya hidupnya. Hasilnya, 19 bahasa daerah terancam punah dan 11 bahasa dikategorikan punah. Selain itu ada empat bahasa kritis, dua bahasa mengalami kemunduran, 16 bahasa dalam kondisi rentan, dan 19 berstatus aman. Di beberapa daerah, masih banyak bahasa ibu terancam punah. Padahal bahasa ibu merupakan identitas kearifan lokal. Berdasarkan data dari UNESCO Atlas of Languages i Danger pada tahun 2015, sebanyak 30 bahasa ibu di Indonesia dalam kondis kritis terancam punah. Hal ini memecahkan berbagai permasalaha pelestarian bahasa ibu, (3) memotivasi dan menstimulasi masyaraka umum maupun masyarakat pendidikan untuk sama-sama melestarikan bahasa ibu.
Sesi Seminar Utama menampilkan tiga pemakalah utama yaitu Gubernur Provinsi Kepulauan Riau yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Riau, Dr. Muhammad Dali, M.M. dengan judul makalah Pelestraian Bahasa Ibu di Kepulauan Riau, Dekan FKIP Bahasa Indonesia Universitas Maritim Raja Ali Haji, Dr. Drs. H Abdul Malik, M.Pd dengan judul makalah Bahasa Melayu Kepulaua Riau Sebaga Bahasa Ibu,dan Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Dr. Obing Katubi dengan judul makalah Kebijakan Bahasa, Pemertahahan Bahasa Ibu dan Konstruksi Identitas.Seminar Bahasa Ibu, Kantor Bahasa Kepri Tahun 2019 mengusung tema besar Bahasa Ibu sebagai Konstruksi Identitas pada Era Digital, dengan beberapa subtema seperti: (1) Bahasa ibu dan pengembangan dan pelestarian budaya lokal (2) Pelestarian bahasa ibu dan tradisi lisan demi keberlangsungan kearifan lokal, (3) Bahasa ibu untuk konstruksi identitas etnik, (4) Pengajaran bahasa ibu pada era digital. Selain pemakalah utama, kegiatan seminar juga menampilkan sepulah makalah pendamping.