Kompleks LPMP Kepulauan Riau, Jalan Tata Bumi Km. 20, Ceruk Ijuk, Bintan, Kepulauan Riau
Posel kantorbahasakepri@kemdikbud.go.id
.jpg)
Pelatihan Penulisan bahan bacaan Untuk dapat melahirkan bahan bacaan yang sesuai dengan usia pembaca perlu diadakan bimbingan dan arahan kepada penulis. Oleh karena itu, Kantor Bahasa Kepulauan Riau mengadakan Pelatihan Penulisan Bahan Bacaan. Kegiatan ini adalah pelaksanaan tahun kedua kegiatan yang serupa, tapi ada beberapa perbedaan dengan kegiatan di tahun sebelumnya.
Pada tahun sebelumnya dilaksanakan Bimbingan Teknis Penulisan Bahan Ajar Tingkat Dasar yang terbuka untuk umum dengan dibatasi untuk 30 pe-serta saja. Pada tahun ini Pelatihan Penulisan Bahan Bacaan dikhususkan untuk guru di Kota Tanjungpinang. Hal ini untuk menambah motivasi guru dalam membuat sendiri bahan bacaan yang nantinya dapat dugunakan sebagai baha bacaan pendukung dalam kegiatan belajar-mengajar ataupun mendukung program Gerakan Literasi Sekolah.
Agar lebih banyak guru yang termotivasi untuk membuat bahan bacaan, kegiatan ini menjaring peserta hingga 90 orang yang dibagi menjadi tiga kelas. Kelas dibagi berdasarkan penjenjangan usia pembaca: jenjang pramembaca, jenjang membaca dini, dan jenjang membaca awal, lancar, lanjut, dan mahir. Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang sangat membantu dalam penjaringan peserta yang dibagi sesuai dengan tingkat penjenjangan bahan bacaan, yaitu (1) guru-guru PAUD/TK untuk kelas jenjang pramembaca, (2) guru-guru SD untuk kelas jenjang membaca dini, dan (3) guru-guru SD dan SMP untuk kelas jenjang membaca awal, lancar, lanjut, dan mahir.
Kegiatan ini dilaksanakan di awal tahun 2019 agar dapat meningkatkan motivasi guru dalam menghasilkan bahan bacaan di tahun ini juga. Kelas dijadwalkan secara paralel dengan pengaturan (1) 18—20 Februari untuk Kelas A (jenjang pramembaca), (2) 19—21 Februari untuk Kelas B (jenjang membaca dini), dan (3) 20—22 Februari untuk Kelas C (jenjang membaca awal, lancar, lanjut, dan mahir).
Materi yang disampaikan beragam agar dapat memberikan arahan yang jelas dalam membuat bahan bacaan. Materi dimulai oleh narasumber dari Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Ellysa Purnamawaty (Kepala Bidang Pembinaan SMP), yang menyampaikan pentingnya peran bahan bacaan dalam pengembangan literasi di sekolah. Kepala Kantor Bahasa Kepulauan Riau, Zuryetti Muzar, menyampaikan informasi mengenai kebijakan bahasa dan literasi nasional. Materi menulis kreatif disampaikan oleh Riawani Elyta, ASN dan pejabat di Pemerintahan Kabupaten Bintan yang telah menghasilkan 26 buku. Hendri, guru di Kampar, Riau, dan pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI), menyampaikan materi dan membimbing peserta dalam membuat ilustrasi bahan bacaan anak, khususnya di Kelas A dan B. Yulismar, guru di Pekanbaru, Riau, yang juga pengurus IGI, menyampaikan materi dan membimbing peserta dalam menulis bahan bacaan anak, khususnya di Kelas C.
Beberapa staf Kantor Kepulauan Riau juga memberikan materi dan arahan terkait pembuatan bahan bacaan. Ardito Yuliadhi dan Herima Hendrawan menyampaikan materi mengenai ilustrasi, khususnya pengolahan ilustrasi secara digital, dan teknik pengatakan buku. Selanjutnya teknik penyuntingan bahan bacaan disampaikan oleh Tasliati. Di akhir kegiatan dilakukan evaluasi bahan bacaan oleh Faisal Gazali. Pada kesempatan ini pula para peserta diarahkan untuk membuat bahan bacaan sesuai dengan arahan dari para narasumberuntuk diajukan sebagai naskah dalam Lomba Penulisan Bahan Bacaan yang akan dilaksanakan selanjutnya.
lomba Penulisan bahan bacaan Salah satu cara untuk menarik minat menulis masyarakat adalah dengan mengadakan lomba penulisan bahan bacaan. Melalui kegiatan ini ada apresiasi yang langsung dapat dirasakan penulis dari karya yang telah dibuatnya. Oleh karena itu, di tahun 2019 ini, Kantor Bahasa Kepulauan Riau melaksanakan Lomba Penulisan Bahan Ajar.
Agar buku-buku yang dihasilkan sesuai dengan arahan penjenjangan usia pembaca, lomba ini dibagi menjadi tiga jenjang: pramembaca, membaca dini, dan membaca awal, lancar, lanjut dan mahir. Jenjang pramembaca ditujukan untuk pembaca usia 1—3 tahun; jenjang membaca dini ditujukan untuk pembaca usia 3—5 tahun; jenjang membaca awal, lancar, lanjut dan mahir untuk pembaca usia 6—12 tahun.
Meskipun terbuka untuk umum lomba ini diadakan khusus untuk masyarakat yang berdomisili di Kepulauan Riau tanpa ada batasan usia. Setiap naskah yang dihasilkan dapat ditulis oleh satu orang penulis atau berkolaborasi dengan penulis atau ilustrator lainnya. Hal ini diatur agar calon peserta lomba tidak merasa terbebani dalam membuat naskah lomba dan dapat menghasilkan naskah-naskah yang berkualitas.
Tema naskah buku yang akan dibuat bersifat bebas agar kreativitas penulis tidak dibatasi. Meskipun demikian, naskah-naskah yang dibuat diharapkan dapat memberikan manfaat, khususnya bagi peserta didik, untuk membentuk karakter dan kepribadian, memperkaya pengetahuan dan wawasan, menumbuhkan budaya literasi, mengembangkan keterampilan, menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, dan mengembangkan imajinasi.
Durasi pelaksanaan lomba juga cukup panjang. Untuk pengiriman naskah calon peserta diberi kesempatan mulai dari tanggal 1 April sampai dengan 28 Juni. Hal ini diharapkan dapat memberi waktu yang cukup bagi calon peserta dalam menyiapkan naskah terbaiknya. Setelah tanggal batas pengumpulan, naskah-naskah yang masuk akan dinilai oleh dewan juri untuk mendapatkan naskah terbaik yang menjadi pemenang lomba.
Seperti yang disampaikan di atas bahwa lomba dibagi menjadi tiga jenjang, pemenang lomba ini juga dibagi dalam tiap jenjang tersebut. Masing-masing jenjang akan mendapatkan tiga naskah terbaik yang menjadi pemenang lomba, sehingga keseluruhan lomba ini akan mendapatkan sembilan naskah pemenangPara pemenang lomba akan mendapatkan total hadiah uang pembinaan sebesar Rp112.500.000,00. Hadiah ini adalah bentuk apresiasi langsung kepada para pemenang yang telah membuat naskah terbaik selama pelaksanaan lomba. Selain itu, naskah-naskah pemenang juga akan dicetak menjadi buku dan selanjutnya disebarkan kepada masyarakat. Pemenang lomba akan diumumkan pada bulan Juli dan diharapkan cetakan buku para pemenang dapat disebarkan kepada masyarakat menjelang akhir tahun 2019 ini.