Minggu 19 Juli 2026
 Beranda / Kegiatan / Berita & Informasi
40 Calon Fasilitator Literasi Mengikuti Pelatihan Literasi
Senin 21 Oktober 2019

Pelatihan Fasilitator Literasi Baca-Tulis se-Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Kegiatan berlangsung selama empat hari, yaitu pada 17 sampai dengan 20 Juli 2019 bertempat di Hotel Comforta, Jalan Adisucipto, Tanjungpinang. Peserta berasal dari berbagai kalangan, di antaranya pegiat literasi, guru, dosen, mahasiswa, penulis, dan pemerhati bahasa dan sastra. Mereka dipilih melalui seleksi berkas yang dilaksanakan secara daring.

Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Pusat Pembinaan,  Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Hurip Danu Ismadi, M.Pd..  Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya literasi baca-tulis sebagai dasar literasi-literasi yang lain, yaitu literasi numerasi, literasi sains,  literasi finansial,  literasi digital, serta literasi budaya dan kewargaan. Dalam kesempatan itu, beliau  juga menyampaikan bahwa pelatihan fasilitator literasi ini adalah bagian dari Gerakan Literasi Nasional yang dicanangkan oleh Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan sebagai koordinator literasi nasional.  

Selain Kepala Pusat Pembinaan,  Kepala Kantor Bahasa Kepulauan Riau juga menyampaikan sambutan pada pembu-kaan pelatihan. Ia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para peserta karena mereka adalah orang-orang pilihan yang akan menjadi penggerak atau pelaksana literasi di daerah, khususnya di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Ia menambahkan bahwa kehadiran fasilitator literasi di lapangan akan mampu meningkatkan kualitas gerakan literasi yang sudah diagendakan oleh kantor bahasa. Masyarakat akan merasakan secara nyata program-program literasi tersebut. Misalnya, kegiatan pembinaan Taman Bacaan Masyarakat dan kegiatan literasi sekolah yang telah dilakukan oleh kantor bahasa. Ia mengharapkan agar melalui kegiatan ini dapat lahir fasilitator-fasilitator yang andal.

Dalam pelaksanaan pelatihan, peserta diberikan materi-materi literasi sebagai pengetahuan sebagai fasilitator. Materi-materi tersebut antara lain pembinaan literasi di masyarakat; pengelolaan literasi di sekolah;  dan strategi dan praktik membaca,  meringkas,  menulis ulang, dan meringkas teks. Materi-materi itu disampaikan oleh narasumber sebegai berikut: (1) Dr. HuripDanu Ismadi, M.Pd., Kepala Pusat Pembinaan,  Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan; (2) Juliana, S.S., M.Si., Instruktur Literasi Nasional; (3) Riawani Elyta, S.Sos., Penulis Kepulauan Riau; (4) Ahmad, S.Pd., Fasilitator Literasi Kepulauan Riau; (5)  Tasliati, S.Pd., M.A., Fasilitator Literasi Kepulauan Riau; (6) Faisal Gazali, S.S., Fasilitator Literasi Kepulauan Riau; dan (7) Herima Hendrawan,  S.Sos.,  Fasilitator Literasi Kepulauan Riau.

Para peserta tidak hanya diberikan materi keliterasian, tetapi juga diminta melakukan praktik baik literasi. Praktik baik literasi dimaksudkan untuk melihat kemampuan para peserta dalam mengajar. Mereka diminta menyampaikan satu materi yang mengandung muatan literasi seolah-olah mereka sedang berada di dalam kelasatau di taman bacaan masyarakat.  Para peserta berkreasi sedemikian rupa sehingga menciptakan suasana kelas yang menarik.  Di sini, para peserta dituntut agar mampu memotivasi siswaatau pemelajar dalamberliterasi.  Literasi bukan hal yang membosankan, melainkan hal yang menyenangkan. Tiga belaspenampil terbaik diberikan apresiasi oleh panitia berupa hadiah.